Saumlaki – Di tengah keterbatasan media mainstream di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, sebuah wadah aspirasi bernama Suara Rakyat Tanimbar (SRT) tampil sebagai media alternatif yang paling didengar pemerintah dan masyarakat.
Media alat kontrol sosial ini media berbentuk PT Pers warta Nias Selatan portal berita Suara Rakyat Tanimbar adalah publik yang didirikan pada September tgl 20 September 2026 oleh Simon Wermasubun S. Sos
Awalnya, dibuat hanya untuk menampung keluh kesah warga. Namun kini, media suara Rakyat Tanimbar telah menjadi pusat diskusi kritis tentang Tanimbar – mulai dari isu pemerintahan, dugaan korupsi proyek, pelayanan publik, hingga harga sembako dan masalah sosial.
Setiap hari, ratusan pesan, foto, video, dan link berita dibagikan di berbagai kalangan Para pejabat, anggota DPRD, jurnalis, aktivis, hingga masyarakat biasa berbaur menjadi satu memberikan pendapat.
Banyak kebijakan publik di Tanimbar yang akhirnya berubah setelah ramai dibahas di Suara Rakyat Tanimbar. Karena itu, ini dianggap sebagai bentuk nyata dari demokrasi digital dan tekanan publik (public pressure) yang efektif.
“Kalau ada masalah di desa, kami langsung posting di Suara Rakyat Tanimbar. Pasti cepat direspon. Bahkan wartawan juga ambil informasi dari sini,” kata salah satu anggota aktif di media ini.
Justru animo masyarakat untuk bergabung semakin tinggi.di media ini.
Kini, Suara Rakyat Tanimbar telah menjadi rujukan utama untuk mengetahui apa yang sebenarnya dirasakan oleh rakyat Tanimbar di akar rumput.
Oleh karena itu saya atas nama Simon Wermasubun S. Sos mau mengajak masyarakat harus memberikan informasi penting bagi generasi penerus bangsa agar bisah memberikan perkembangan pengetahun di kabuapten kepulauan Tanimbar propinsi Maluku dan akhiri kata saya semoga Tuhan yesus selalu memberkati kita semuanya Amin.






